Cara Menanam Tanaman Buah Naga

Siapa sih yang tidak tahu buah naga? Ternyata tanaman buah naga merupakan salah satu tanaman yang proses penanamannya tidak mudah dan butuh perhatian ekstra. Bagi anda yang ingin melakukan budidaya buah naga, berikut adalah cara menanamnya!

bibit-buah-naga, buah naga

Bibit Buah Naga

Untuk mendpatkan bibit buah naga dapat dipeoleh dengan dua cara, yaitu cara generative dan vegetative. Untuk cara generative sendiri yaitu memperoleh bibit dari biji buah naga itu sendiri. Sedangkan untuk cara vegetative adalah dengan melakukan peyetekkan buah naga. Pada umumnya cara vegetative yang paling sering digunakan karena lebih mudah daripada cara generative. Untuk cara vegetative, pertama-tama anda harus melakukan penyetekkan pada cabang atau batang tanaman yang pernah berbuah. Selain itu juga diusahakan untuk memilih batang yang berdiameter besar karena semakin besar diameter dari batang, maka hasil akan semakin baik. Potongan setek tersebut setidaknya memiliki 4 mata tunas. Setelah itu diamkan potongan setek dari batang tersebut hingga getahnya mengering. Lalu anda dapat menanam batang setek tersebut pada polybag dan lakukan penyiraman 2 sampai 3 kali sehari. Rata-rata tunas pertama akan tumbuh setelah 3 minggu.

Pembuatan tiang panjat

Pembuatan tiang panjat pada tanaman buah naga ini sangat oenting untuk menopak tanapan tersebut agar tidak mudah roboh. Untuk tiang panjat ini sebaiknya dibuat dari besi beton dengan diameter 10-15 cm. Bentuk dari pilar beton ini haruslah segi empat atau silinder. Tinggi tiang panjat untuk menahan tanaman ini biasanya sekitar 2 sampai 2,5 meter. Pada bagian ujung atas tiang panjat tersebut, berikan penopang berupa batang kayu atau besi yang membentuk tanda tambah. Lalu tambahkan besi berbentuk lingkaran atau juga ban motor bekas.

Pengelolaan tanah

Setelah selesai membuat tiang panjat untuk menopang tanaman buah naga tersebut, kini saatnya untuk melakukan pengelolaan tanah. Untuk buah naga sendiri, kondisi tanah haruslan tanah yang berpasir, kering, cenderung merah serta memiliki pH normal yaitu 6-7. Karena apabila tanah cenderung asam, maka akan terjadi serangan jamur sehingga akar atau batang menjadi busuk. Seelah kondisi tanah tersebut terpenuhi maka pertama-tama buatlah lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 cm dan kedalaman 25 cm. Nah, posisi tiang panjat haruslah diletakkan di tengah0tengah lubang tersebut. Untuk tanahnya sendiri, tambahkan pupuk kompos sebanyak 10-20 kg. selain itu tambahkan pula dolomit atau kapur pertanian sebanyak 300 gram. Kemudian timbun kembali lubang tersebut lalu siram dengan air.

Penanaman

Setelah selesai mengelola tanah, kini saatnya menanam bibit buah naga. Setiap satu tiang panjat, dibutuhkan 4 bibit tanaman dari buah naga tersebut. Bibit tersebut ditanam mengitari tiang panjat dengan jarak antar bibitnya yaitu sekitar 10 cm. Sebelum menanam bibit tersebut jangan lupa untuk menggali tanah untuk setiap bibit sedalam 10-15 cm atau disesuaikan juga dengan ukuran bibit. Lalu letakkan bibit pada galian tersebut lalu timbun kembali. Setelah selesai menaman semua bibit, ikat batang bibit setek tersebut pada tiang panjat. Anda harus melakukan pengikatan setiap tanaman tumbuh hingga 20-30 cm. Namun jangan diikat terlalu kencangm ya agar dapat memberi ruang Gerang untuk pertumbuhan tanaman tersebut.

Perawatan

Pemupukan sangat penting dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pada masa awal pertumbuhan maka pupuk yang dibutuhkan haruslah banyak mengandung nitrogen. Nah, pada fase berbunga atau berbuah, anda harus menggunakan pupuk yang mengandung banyak fosfor dan kalium. Selanjutnya anda juga dapat menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang setiap 3 bulan sekali. Untuk pupuk kandang, yang paling baik adalah menggunakan kotoran kambing. Selain pemupukan anda juga harus rutin menyiram tanaman buah naga ini agar dapat berbuah dengan baik. Penyiraman dilakukan dengan menngunakan parit drainase. Frekuensi penyiraman dapat dilakukan selama 3 kali sehari di musim kemarau. Ketika tanaman sudah mulai berbunga, maka penyiraman bisa dikurangi. Selanjutnya anda juga harus melakukan pemangkasan untuk membentuk cabang produksi pada tunas yang tumbuh di batang utama. Pemangkasan ini umumnya dilakukan pada bagian cabang yang kurang produktif.

Pemanenan Buah Naga

Buah naga sudah mulai muncul pertama kali pada bulan ke 10 hingga 12 setelah ditanam. Satu tanaman biasanya akan menghasilkan 1 kg buah naga. Buah naga yang sudah siap panen memiliki ciri-ciri kulitnya sudah berwarna merah mengkilap. Selain itu juga warna hijaunya sudah mulai berkurang dan mahkota binga mengecil serta pangkal buat menguncup atau berkeriput.

Begitulah cara menanam tanaman buah naga. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *